Profil Perusahaan

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat

Sejarah Singkat

Perkembangan subsektor industri manufaktur di Indonesia, khususnya di Jakarta, diikuti dengan pertumbuhan zona- zona industri yang secara sporadik merebak di berbagai sudut wilayah kota. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menata kegiatan-kegiatan industri dengan upaya menyatukan pada suatu kawasan khusus, sehingga dapat dibinakembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Perkembangan subsektor industri manufaktur di Indonesia, khususnya di Jakarta, diikuti dengan pertumbuhan zona- zona industri yang secara sporadik merebak di berbagai sudut wilayah kota. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menata kegiatan-kegiatan industri dengan upaya menyatukan pada suatu kawasan khusus, sehingga dapat dibinakembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Pulogadung merupakan pilihan utama, karena lokasinya yang strategis serta mempunyai akses yang memadai bagi transportasi dan distribusi ke seluruh wilayah Jakarta. Pada saat itu Pulogadung masih berupa tanah yang tidak produktif yang sebagian besar terdiri dari rawa-rawa. Melalui Surat Keputusan Gubernur Propinsi KDKI Jakarta No. Ib.3/2/35/1969 ditetapkanlah lahan seluas 500 HA sebagai lokasi kawasan industri dengan nama Kawasan Industri Pulogadung.

Sebagai kawasan industri pertama di Indonesia, Kawasan Industri pulogadung pada awalnya dikelola melalui wadah proyek, dengan nama Proyek Industrial Estate Pulogadung milik Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Sejalan dengan perkembangan arus penanaman modal di Indonesia yang meningkat, khususnya di DKI Jakarta, maka lingkup kerja Proyek Industrial Estate Pulogadung semakin kompleks. Dan untuk menunjang perkembangan kebutuhan masyarakat industri, Pemerintah memandang perlu dilakukan penyesuaian diri, baik dari segi kelembagaan maupun permodalannya.

Pada tanggal 26 Juni 1973 dibentuklah PT. Persero Jakarta Industrial Estate Pulogadung (PT. JIEP) yang menggantikan Proyek Industrial Estate Pulogadung dengan Akta Notaris Abdul Latief No. 127 tahun 1973. Adapun penyertaan modal Negara RI pada PT. JIEP, ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1973 dan Surat Gubernur Propinsi KDKI Jakarta No. D.V-a.3/2/36/73. Sampai saat ini komposisi pemegang saham PT. JIEP adalah 50% Negara RI dan 50% Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan Anggaran Dasar, terakhir telah dirubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Di Luar Rapat Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung atau disingkat PT. JIEP (Persero) No. 25 tanggal 16 Oktober 2009, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI berdasarkan Surat Keputusannya AHU-AH.01.10-21151 tanggal 24 November 2009, yang keduanya dibuat dihadapan Siti Rayhana, S.H sebagai pengganti B.R.AY Mahyastoeti Notonogero, S.H, Notaris di Jakarta.

Dewan Komisaris

Komisaris Utama

Ir. Yurianto MA, MSc

Ir. Yurianto MA, MSc lahir di Cilacap, 23 Maret 1963. Bapak Yurianto memulai kariernya di Instansi Pemerintah sejak tahun 1989 di Departemen Perdagangan sebagai Staf Perdagangan RI.

Dalam rentang waktu 1989 hingga 2016, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Dinas di berbagai instansi di bawah naungan Provinsi DKI Jakarta, dan yang terakhir beliau tercatat sebagai Kepala Badan Pembinaan BUMD dan Penanaman Modal Provinsi DKI Jakarta.

Beliau menyelesaikan study S3 pada tahun 2004 di Northeastern University Boston, USA , dan pada tahun 2011 meraih gelar S3 di Institut Pertanian Bogor.

Beliau diangkat sebagai Komisaris Utama PT JIEP pada tanggal 26 Oktober 2016 berdasarkan SK yang ditanda tangani oleh Menteri BUMN dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham.

Komisaris

Bambang J. Pramono S, Si

Bambang J. Pramono S, Si Lahir di Madiun 04 Januari 1965 , Beliau berkarir sebagai Direktur Operasional PT Bangun Andalan Perkasa Dia pada tahun 2007 s/d 2016.

Pendidikan terakhir beliau lulusan Sarjana Statistik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada tahun 1997.

Beliau diangkat sebagai Komisaris PT JIEP pada tanggal 26 Oktober 2016 berdasarkan SK yang ditanda tangani oleh Menteri BUMN dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham.

Komisaris

Sandra Firmania, SE, MH

Sandra Firmania, SE, MH lahir di Padang Panjang, 14 Desember 1970. Beliau tercatat sebagai Kepala Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dari tahun 2015 hingga saat ini.

Pendidikan terakhir beliau Magister Hukum dari Universitas Indonesia dengan konsentrasi Hukum Ekonomi dengan STTB 0149/S2-FH/I/2007 Tanggal 12 Januari 2007.

Beliau diangkat sebagai Komisaris PT JIEP pada tanggal 26 Oktober 2016 berdasarkan SK yang ditanda tangani oleh Menteri BUMN dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham.

Dewan Direksi

Direktur Utama

Landi Rizaldi

Pria yang lahir di Jakarta, 22 November 1971 ini mulai menjabat sebagai Direktur Utama PT JIEP sejak 12 Maret 2018. Awal karirnya sebagai konsultan properti di Colliers Jardine Indonesia di bidang Industrial Property Investment.

Kemudian, ia menjabat berbagai posisi di beberapa perusahaan infrastruktur dan properti, termasuk sebagai Direktur Utama Jakarta Infrastruktur Propertindo dan Direktur Utama Pulo Mas Jaya, anak perusahaan Jakarta Propertindo.

Landi memperoleh Sarjana Manajemen Ekonomi dari Universitas Pancasila, Jakarta, pada tahun 1996; lalu ia mengambil pendidikan secara daring (online) dan memperoleh Diploma Real Estate Valuation Management dari Oxford Center for Real Estate Management, Headington Campus – Oxford Brookes University di Inggris.

Direktur Operasional

Beta Sri Winarto

Diangkat sebagai Direktur Operasional dan Pengembangan PT JIEP pada tanggal 12 Maret 2018. Lahir di Surakarta pada tanggal 16 September, menyelesaikan pendidikan akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran pada tahun 1986 dan mendalami studi mengenai Corporate Restructuring di Harvard Business School (HBS Exed), Boston, USA.

Sebelum menerima penugasan sebagai sebagai direksi di PT. JIEP, berkarya sebagai konsultan pada Direktorat Utama PT Semen Tonasa pada tahun 2008 dan kemudian bertugas di PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tahun 2013. Pada tahun 2015 mulai berkarya di PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung sebagai Kepala Divisi Property Management sebelum kemudian mendapat penugasan sebagai Direktur Operasional dan Pengembangan.

Direktur Keuangan & Administrasi

Arief Adhi Sanjaya

Diangkat sebagai Direktur Keuangan PT JIEP pada tanggal 17 Oktober 2018. Meraih gelar Magister Administrasi Umum dari National University of Singapore (2007) serta Magister Hukum dari Universitas Indonesia (2005).

Sebelum menerima penugasan sebagai Direktur Keuangan di PT. JIEP, ia pernah memiliki pengalaman di Departement Keungan Republic Indonesia.

Selama berkarir di Departement Keuangan, ia banyak berkontribusi dalam berbagai penugasan seperti modernisasi system administrasi dari pelaporan hingga audit, hingga administrasi ke rekomendasi kebijakan.

Struktur Organisasi

Visi

Menjadi pengembang dan pengelola yang berstandar internasional di Bidang Kawasan Terpadu untuk industri, bisnis, properti, logistik, yang mandiri dan bernilai tambah tinggi serta berwawasan lingkungan

Misi

  • Menyediakan prasarana dan sarana usaha yang bermutu tinggi dan berdaya saing internasional bagi komunitas industri dan komunitas bisnis di dalam kawasan yang dikelola oleh PT JIEP
  • Meningkatkan nilai perseroan secara berkelanjutan
  • Melakukan perbaikan yang berkelanjutan atas proses dan prosedur kerja serta membangun keahlian yang mendukung pengembangan
  • Melakukan sinergi dengan BUMN dan/atau BUMD, baik dalam pengembangan bisnis kawasan industri, maupun dalam mendukung penguatan Sistem Logistik Nasional
  • Merintis dan mengembangkan Kawasan Industri Pulogadung untuk bertransformasi sebagai pusat lokasi pengembangan industri kreatif dan bernilai tambah tinggi, serta pusat lokasi penelitian dan pengembangan bagi perusahaan-perusahaan berkelas dunia
  • Membangun, meningkatkan kualitas, dan mengintegrasikan infrastruktur yang spesifik untuk mendukung posisi KIP sebagai crossing point guna menjadi titik distribusi utama untuk logistik dan distribusi
  • Memberikan kontribusi yang optimal dalam perekonomian daerah dan nasional