JIEP Terima Sertifikat Objek Vital Nasional Kawasan Industri

Kelompok usaha dengan backbone pertambangan dan transportasi ini juga telah merampungkan pembangunan Grand Soll Marina di kawasan ini. (Image: Rumah.com)

Liputan6.com, Jakarta – Perusahaan pengelola kawasan industri Pulogadung, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) mendapat sertifikat Objek Vital Nasional Sektor Kawasan Industri (OVNI). Sertifikat ini diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Direktur Operasional PT JIEP Bilson Manalu mengatakan, pemberian sertifikat ini akan meningkatkan jaminan rasa aman kepada seluruh tenant, investor, maupun karyawan di Kawasan Industri Pulogadung.

Selain itu, penetapan OVNI sebagai solusi antisipatif untuk menghadapi gangguan yang dipengaruhi faktor demografi, geografi, sosial, dan budaya.

“Secara khusus, jaminan keamanan bagi industri membuat lancarnya kegiatan produksi bagi industri, termasuk karyawannya. Dengan adanya sertifikat ini, terwujudnya iklim usaha suatu industri yang kondusif dan kepastian bagi para investor dapat diwujudkan di Kawasan Industri Pulogadung,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Sekretaris Perusahaan JIEP Purwati menambahkan, pemberian sertifikat ini merupakan pengakuan status jika kawasan industri Pulogadung layak mendapatkan perlindungan dan pengamanan.

“Pemberian status OVNI kepada PT JIEP diharapkan dapat meningkatkan kerja sama strategis antara Kemenperin, Kepolisian RI, dan JIEP. Kami optimistis, hal ini dapat memajukan serta mewujudkan iklim usaha industri yang kondusif dalam rangka mendukung tumbuh dan berkembangnya industri yang memiliki daya saing sehingga berdampak pada kemajuan Bangsa Indonesia,” jelas dia.

Untuk diketahui, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) ialah perseroan terbatas milik Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 50 persen.

JIEP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri pertama di Indonesia yang pada awalnya bertugas menyediakan Tanah Kavling Industri (TKI) dan semua fasilitas industri.

Pada perkembangannya, JIEP melakukan diversifikasi sekaligus perluasan usaha dengan membangun secara bertahap bangunan sewa antara lain Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) 1 sampai dengan 4 lantai, pergudangan (tertutup dan terbuka), transit warehouse, Sarana Usaha Industri Kecil (SUIK), serta bangunan pendukung lainnya seperti properti hunian (bizhome/ Blok O).