Sumber Daya Manusia

Perusahaan menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai human capital sehingga karyawan merupakan salah satu elemen utama perusahaan yang harus ditatakelola secara baik demi mendukung upaya pencapaian target-target perusahaan yang telah ditetapkan. Tata kelola sumber daya manusia meliputi antara lain kegiatan perencanaan, pengembangan, dan manajemen organisasi. Aspek-aspek tersebut sangat erat sekali sehingga sulit untuk dipisahkan satu dengan lainnya dan penerapannya pun harus dilakukan secara cermat, konsisten dan berkesinambungan.

Perubahan lingkungan bisnis yang dinamis mengharuskan perusahaan mentransformasikan kembali sinergi bisnisnya untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang tentunya memerlukan dukungan SDM yang kompeten dan memadai jumlahnya. Transformasi strategi SDM dimulai dengan melakukan evaluasi jabatan yang ada di perusahaan dan memperbaiki sistem penilaian kinerja karyawan dengan Key Performance Indicator mulai dari Direksi sampai Staf per individu. Perbaikan sistem penilaian kinerja diikuti pula dengan penyempurnaan sistem remunerasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seluruh karyawan melalui sistem imbal jasa yang berkeadilan dan seimbang, baik yang bersifat finansial maupun non-finansial. Keadilan dan keseimbangan tersebut diharapkan dapat dicapai melalui pemberian imbal jasa yang konsisten sesuai dengan kompetensi dan kontribusinya.

Program pemenuhan kualitas SDM yang berbasis kompetensi direncanakan melalui evaluasi terhadap kebutuhan kompetensi sesuai dengan program-program yang telah dituangkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2009-2013 yakni :

                a.    Pembangunan gudang logistik dan bangunan sewa,

                b.    Pemanfaatan asset atau revitalisasi asset,

                c.     Diversifikasi jasa berupa : Power Plan, Rumah Sakit, Hotel.

Perusahaan sangat memperhatikan dan memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah memberikan kontribusi kinerja yang terbaik terhadap perusahaan. Hasil penilaian kinerja tersebut akan dijadikan dasar untuk melaksanakan Training and Development dan Succession Planning (Jenjang Karir).

Biaya pelatihan dan pengembangan SDM bisa menjadi sangat mahal, namun perusahaan sangat melihat program ini sebagai sarana untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kontribusi kinerja bagi perusahaan. Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan SDM diawasi secara ketat melalui metode Training Need Analysis (TNA).

Succession Planning diwujudkan dalam bentuk usulan promosi maupun peningkatan peringkat jabatan (job grade). Usulan promosi dapat diberikan apabila terdapat formasi atas jabatan tertentu dan karyawan telah memenuhi persyaratan dari aspek kepangkatan serta job person match-nya. Karyawan dapat diusulkan untuk mendapat promosi dalam hal hasil evaluasi kinerja dalam 2 (dua) tahun terakhir minimal berada pada rating sangat bagus.

Seiring dengan strategi bisnis perusahaan maka di Semester II Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2013 ditetapkan rencana pelatihan yang akan dilaksanakan sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2009-2013 :


Perusahaan juga melakukan Task Analysis berkaitan dengan Job Requirement untuk mengumpulkan informasi mengenai knowledge, skills, dan attitudes (KSA) yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di tingkat operasional untuk pekerjaan yang dianggap sangat penting saja. Oleh karena itu, perusahaan menetapkan Roap Map 2010 yang dijabarkan ke masing-masing fungsi perusahaan melalui management tool Balance Score Card sebagai berikut:

Selain itu, Perusahaan melakukan Person Analysis yang difokuskan pada KSA yang dibutuhkan oleh karyawan secara individu. Karyawan membutuhkan pelatihan baik untuk prestasi pribadi dan juga untuk memenuhi tuntutan pekerjaan (yang pada akhirnya akan mempengaruhi karir seperti kenaikan gaji atau promosi).

Dengan kondisi tersebut, perusahaan menetapkan pengembangan individu sebagai berikut :

Pelatihan  Wacana (Knowledge Based Training), adalah sebuah pelatihan mengenai sebuah wacana baru yang harus disosialisasikan kepada peserta dengan tujuan meningkatkan pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Pelatihan Keterampilan (Skill Based Training), adalah sebuah pelatihan  mengenai  pengenalan atau pendalaman  keterampilan seseorang baik secara teknis (Hard Skill) maupun bersifat  pengembangan pribadi (Soft Skill).

Hard skill bersifat sangat teknis, maka cukup mudah dipelajari berdasarkan panduan, dan mudah diukur hasil pelaksanaannya, sehingga   sertifikasi  keahlian  biasanya banyak diselenggarakan  berdasarkan hard skill. Pengukuran bersifat Kuantitatif untuk dapat melihat hasil pelatihan. Soft Skill bersifat intangible, cukup sulit diukur karena parameter pengukurannya tidak sebaku pengukuran pada Hard Skill. Sertifikasi biasanya diberikan bukan berdasarkan kompetensi, melainkan berdasarkan pemahaman individual. Pengukuran bersifat kualitatif untuk melihat pemahaman peserta pelatihan.

Hard Skill Training :

·      Kemampuan Menjual

·      Marketing Mix

·      Kemampuan TI

·      Sistem Manajemen

·      ISO

·      Keuangan

·      General Affair

·      Perpajakan

·      Audit

·      Kemampuan Operasional

·      Manajeman SDM

·      Distribusi

·      Capital Market, dll

Soft Skill Training :

·       Kepemimpinan

·       Komunikasi

·       Motivasi

·       Pola Berpikir

·       Kerjasama Tim

·       Etos Kerja

·       Teknik Presentasi

·       Pembinaan

·       Pengembangan Diri

·       Kecerdasan Emosi

·       Interpersonal Communication Skill, dll

Pemberdayaan SDM dalam merealisasikan program Ecogreen Industrial Estate sebagai tagline perusahaan tahun 2010, telah ditunjuk para Duta-duta Ecogreen yang mewakili dari masing-masing divisi. Melalui duta-duta ini pelaksanaan dan komitmen SDM dalam mewujudkan prinsip-prinsip green industry, save energy, reduce, re use dan recycle lebih terkontrol. Duta ecogreen dalam lingkup internal perusahaan untuk tahun 2010 telah ditunjuk 8 karyawan yang akan menjadi contoh bagi karyawan lain dalam praktek-praktek keseharian dengan tugas selama satu tahun dan selanjutnya dipilih kembali. Upaya ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa self of belonging terhadap perusahaan dan menciptakan budaya perusahaan (corporate culture) yang mengedepankan pada kepedulian lingkungan sebagai antisipasi adanya global warming.

Leave a comment


Advertisement

Subscription

You can subscribe by e-mail to receive news updates and breaking stories.

Arsip

Komentar

    Pengguna Online